Kampar Kiri Hulu — Sebanyak 19 Kepala Desa di Kecamatan Kampar Kiri Hulu, Kabupaten Kampar, Riau, meluapkan kemarahan mereka setelah program digitalisasi desa yang dijanjikan oleh seorang vendor berinisial F hingga kini tak kunjung terealisasi. Program tersebut diduga kuat fiktif dan berpotensi menyeret F ke ranah hukum. Bahkan salah satu camat di Kampar sudah bulat tekat melaporkan F Ke Polres Kampar agar kasus ini masuk ke ranah hukum.
Sudah lebih dari tiga bulan, para kepala desa menunggu realisasi kesepakatan penyediaan aplikasi digitalisasi desa lengkap dengan anjungan layanan mandiri. Dalam perjanjian, masing-masing desa diminta menyetor dana sekitar Rp45 juta. Namun hingga saat ini, aplikasi tidak terpasang dan anjungan yang dijanjikan tak ada, uang dana APBDES sudah lenyap akibat berbuatan F.
“Uang sudah kami bayarkan, tapi anjungan dan aplikasi sama sekali tidak ada. Ini jelas fiktif,” ungkap salah satu sumber di Kampar Kiri Hulu, Kamis (18/12/2025).
Menurut para kepala desa, tindakan F dinilai sebagai penipuan kelas atas yang telah meresahkan hampir seluruh desa di Kabupaten Kampar. Total dana desa yang diduga sudah lenyap begitu saja, akibat program tersebut diperkirakan mencapai miliaran rupiah.
“Seluruh kepala desa di Kecamatan Kampar Kiri Hulu ini sudah merasa tertipu oleh ulah vendor bernama F,” tegas salah seorang kepala desa.
Tak hanya terjadi di Kampar Kiri Hulu, dugaan penipuan serupa juga mencuat di Kecamatan Kuok. Beberapa kepala desa di wilayah tersebut mengaku mengalami hal yang sama dan merasa menjadi korban penipuan oleh F bersama rekan-rekannya.
“Benar, kami para kades di Kuok juga merasa ditipu oleh F,” ujar seorang kepala desa di Kecamatan Kuok.
Informasi yang dihimpun menyebutkan bahwa F berdomisili di Air Tiris, Kecamatan Kampar. Bahkan, nama yang bersangkutan dikabarkan telah masuk dalam catatan pihak kepolisian.
Para kepala desa mendesak aparat penegak hukum segera bertindak tegas untuk mengusut tuntas dugaan penipuan berkedok program digitalisasi desa tersebut, agar tidak semakin banyak desa yang menjadi korban.
Kami selama ini sudah merasa tertipu oleh F, terlebih F saat kami telpon tidak mau angkat, bahkan F ganti kartu”,ucap kades di Kampar kiri hulu yang tak mau di sebutkan nama nya.
Hingga berita ini diterbitkan, belum ada klarifikasi resmi dari pihak F terkait tudingan tersebut. Bahkan nomor Hp seluler F sa’at di Hubungi Wartawan terlihat berdering namun tidak di respon.
Mata pena redaksi kini tertuju kepada pihak penegak hukum apakah kasus ini di biarkan atau di tindak tegas perbuatan yang merugikan keuangan negara!!!!
![]()
