Bangkinang : Garda24jam.com––
Pernyataan mengejutkan datang dari Kepala Bidang (Kabid) Ketersediaan dan Kerawanan Pangan, Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Kampar, Al Amin. Ia secara terbuka mengakui bahwa dinas tempatnya bekerja tidak memiliki program anggaran untuk ketahanan pangan, melainkan hanya sebatas pendataan produksi hasil pertanian.
“Sejak dulu sampai sekarang kami tidak menyediakan anggaran untuk pangan. Yang memproduksi ketahanan pangan itu dinas terkait, seperti Dinas Peternakan dan Dinas Pertanian,” ucap Al Amin kepada redaksi, Selasa (26/8/2025) sore melalui sambungan WhatsApp.
Menurutnya, fungsi Dinas Ketahanan Pangan Kampar saat ini lebih banyak pada pendataan hasil panen cabai dan pra produksi yang berkaitan dengan kelompok tani. Sementara urusan bantuan pakan ternak atau dukungan langsung ke petani, dikatakannya bukan kewenangan mereka.
“Kalau masalah bantuan pakan dari peternakan ayam itu Dinas Peternakan. Kami tidak ada program itu,” tegasnya.
Ketika disinggung mengenai persoalan anggaran, Al Amin dengan gamblang menyebut bahwa hal itu sepenuhnya menjadi kewenangan Kepala Dinas.
“Kalau soal anggaran dinas ketahanan pangan, itu semua Kadis yang mengatur keuangan dinas. Lebih tepatnya tanyakan langsung ke Kadis, kami tidak tahu soal angka-angka,” ujarnya singkat.
Meski demikian, Al Amin menegaskan bahwa saat ini program prioritas yang tengah berjalan adalah program pusat yakni Makan Bergizi Gratis (MBG), yang digadang-gadang pemerintah sebagai strategi perbaikan gizi masyarakat.
Pernyataan ini memunculkan tanda tanya besar publik: jika Dinas Ketahanan Pangan tidak mengelola anggaran pangan, lalu sejauh mana kontribusinya terhadap ketahanan pangan masyarakat Kampar yang kerap dihadapkan pada lonjakan harga kebutuhan pokok, termasuk cabai dan beras?
(Dani)
![]()
