Kampar – Kepala Yayasan Universitas Pahlawan (UP) Bangkinang, Kabupaten Kampar, Prof. Dr. Amir Luthfi, M.Ag., yang juga bergelar Dt. Bandaro Sati, angkat bicara mengenai isu yang beredar terkait iuran wisuda mahasiswa Universitas Pahlawan yang disebut mencapai Rp2,6 juta.
Dalam keterangan melalui sambungan WhatsApp, Senin (8/9/2025) sekitar pukul 17.10 WIB, Prof. Amir Luthfi menyampaikan bahwa biaya tersebut bukanlah sesuatu yang perlu diperdebatkan.
“Mahal itu relatif. Yang namanya kampus sudah memiliki akreditasi bagus tentu biayanya menyesuaikan. Universitas Pahlawan sudah meraih akreditasi unggul, pendidikan yang bagus tentu semuanya mengikuti aturan kampus,” ujarnya.
Ia menegaskan, selama ini tidak ada keluhan resmi dari mahasiswa terkait biaya wisuda. Menurutnya, seluruh mahasiswa yang diwisuda sudah melunasi kewajiban pembayaran.
“Kalau setelah wisuda muncul suara-suara miring, itu hal biasa. Bisa saja ada pihak lain yang merasa iri atau cemburu sosial, tidak senang melihat perkembangan dan kemajuan UP,” tambahnya.
Prof. Amir Luthfi juga menyinggung pelaksanaan wisuda terbaru yang digelar di salah satu hotel termegah di Pekanbaru, Swiss-Belinn SKA. Menurutnya, acara tersebut berjalan lancar dan penuh khidmat.
“Acara wisuda berlangsung dengan baik. Saya mengimbau semua pihak untuk tidak mudah terprovokasi oleh isu-isu yang tidak benar,” pungkasnya.
(Hamdani)
![]()
