Kampar – Warga Kelurahan Pasir Sialang, Bangkinang, Kabupaten Kampar mengaku kecewa karena tidak mendapat bantuan sosial (bansos) beras dari pemerintah daerah melalui pihak kelurahan. Kekecewaan itu bahkan disuarakan warga dalam sebuah video yang beredar di media sosial.
Dalam rekaman tersebut, seorang warga berkaus hitam meluapkan kekesalannya. Ia menilai pembagian bansos di Pasir Sialang tidak adil.
“Pemerintah kelurahan selalu tebang pilih. Orang kaya dikasih bantuan, kami yang susah malah diabaikan. Kalian tak ubah seperti binatang,” ucap warga itu dengan nada marah.
Sejumlah warga menuding bansos selama ini hanya diterima oleh mereka yang secara ekonomi lebih mampu, sementara masyarakat miskin justru terpinggirkan.
Seorang pengamat kebijakan daerah yang enggan disebut namanya membandingkan kepemimpinan Bupati Kampar Ahmad Yuzar dengan mantan Penjabat (PJ) Bupati Kampar Kamsol.
“PJ Bupati Kamsol lebih sosial dan peduli dengan warga kurang mampu. Sedangkan Yuzar sekarang ini lebih sibuk mempercantik kota Bangkinang ketimbang memperhatikan rakyatnya sendiri. Warga makin kecewa di era kepemimpinan Yuzar–Misharti,” ucapnya.
Banyak warga juga menyatakan kerinduan terhadap sosok Kamsol yang dinilai terbuka, peduli, dan selalu hadir di tengah masyarakat. Mereka menyebut rumah dinas bupati saat itu terbuka 24 jam bagi rakyat.
Sebaliknya, kepemimpinan Yuzar dan Misharti dinilai jauh dari harapan masyarakat kecil.
“Kami semakin tersiksa, tidak pernah mendapat bansos, sementara warga yang ekonominya ke atas justru menikmati program tersebut,” kata warga lainnya.
Hingga berita ini diturunkan, Bupati Kampar Ahmad Yuzar belum memberikan tanggapan resmi terkait keluhan tersebut.
(Dani)
![]()
