Bangkinang, Kampar – Pelayanan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Bangkinang kembali menjadi sorotan. Kali ini, kritik datang dari mantan Ketua DPRD Kampar, Onga Fikri, seorang tokoh masyarakat sekaligus politisi Partai Golkar. Ia membandingkan kondisi pelayanan saat ini dengan era kepemimpinan dr. Asmara Fitra Abadi, atau yang akrab disapa dr. Iffi.
Menurut Onga Fikri, pada masa dr. Iffi, pelayanan RSUD Bangkinang sangat baik dan memuaskan masyarakat. “Semasa dr. Asmara Fitra Abadi, pelayanan RSUD sangat bagus. Semua masyarakat yang berobat dan dirawat di RSUD tidak ada yang merasa kecewa. Ini menandakan dr. Iffi adalah pejabat direktur RSUD yang penuh dengan tanggung jawab dan amanah yang diberikan Bupati kepadanya di masa itu,” ujarnya kepada pewarta, Rabu (29/10/2025).
Onga Fikri mengaku heran mengapa pelayanan RSUD justru menurun setelah dr. Iffi tidak lagi menjabat. “Saya heran, sejak ditinggalkan oleh dr. Iffi, kok pelayanan RSUD-nya tambah buruk? Seharusnya RSUD kita ini sudah membaik dengan pelayanan yang terbaik buat masyarakat, apalagi rumah sakit ini menyangkut pelayanan kesehatan untuk masyarakat,” katanya.
Ia menambahkan, dr. Iffi dikenal sebagai sosok yang sangat bertanggung jawab dan selalu siap sedia memantau kondisi rumah sakit. “Semasa dr. Iffi, beliau terus standby 24 jam di RSUD. Bahkan, dr. Iffi sempat tidur di RSUD untuk memantau pelayanan kesehatan. Setiap ada keluhan pasien, dr. Iffi langsung turun tangan. Di sinilah sosok dr. Iffi yang selalu pegang amanah dalam sebuah jabatan,” jelasnya.
Kritik juga ditujukan kepada Pelaksana Tugas (Plt) Direktur RSUD saat ini. Onga Fikri menilai, keluhan masyarakat terhadap pelayanan justru semakin meningkat. “Anehnya, dengan Plt direktur yang sekarang, kok semakin bertambah keluhan masyarakat? Ya, seharusnya pelayanan ini bertambah bagus, bukan bertambah buruk,” tegasnya.
Onga Fikri juga menyinggung sidak yang pernah dilakukan oleh Bupati Kampar terkait masalah pelayanan di RSUD. “Ditambah lagi, kemarin ini sudah pernah disidak oleh Bupati Kampar dengan kejadian yang sama atas pelayanan RSUD ini. Seharusnya setelah disidak, Bupati Ahmad Yuzar mengurangi atau menutup kesalahan tersebut, ini justru bertambah,” ungkapnya.
Menutup pernyataannya, Onga Fikri berharap agar Bupati Kampar segera mengevaluasi kinerja Plt Direktur RSUD saat ini. “Kami berharap kepada Bupati Kampar Ahmad Yuzar, agar dievaluasi dr. Irmawan karena kami menilai beliau belum layak untuk menjadi seorang Plt direktur RSUD,” pungkasnya.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada tanggapan resmi dari pihak RSUD Bangkinang maupun Pemerintah Kabupaten Kampar terkait pernyataan Onga Fikri ini.
**Penulis Dani**
![]()
