TAPANULI TENGAH– Pendekatan humanis kembali dibuktikan Babinsa di lapangan. Sertu Berlin Simatupang, Babinsa Kelurahan Sarudik, bersama Kepling II Bapak R. Silitonga berhasil meredam konflik antara seorang anak dan orang tuanya di Lingkungan II, Kelurahan Sarudik, Kecamatan Sarudik, Sabtu 4 Juli 2026 pukul 13.00 WIB.
Konflik dipicu kebiasaan anak berinisial AB yang meminta uang Rp50.000 hingga Rp100.000 setiap hari kepada orang tuanya, berinisial J. Ketika permintaan tidak dipenuhi, AB berteriak, mengeluarkan kata-kata kasar, hingga meresahkan warga sekitar.
Kondisi itu membuat sang ibu ketakutan hingga memilih mengungsi ke rumah saudaranya selama beberapa hari. Warga yang resah kemudian melapor ke pihak kelurahan dan Babinsa.
Begitu menerima laporan, Sertu Berlin bersama Kepling II langsung turun ke lokasi dan menggelar mediasi kekeluargaan di kediaman J.
Dalam suasana terbuka dan tanpa tekanan, AB mengakui kesalahannya. Ia menyampaikan permintaan maaf kepada orang tuanya dan berjanji tidak akan mengulangi perbuatan yang sama.
“Anak harus menghormati orang tua. Berbuat baik, jangan lagi berteriak atau bicara kasar karena itu menyakiti keluarga dan mengganggu ketertiban lingkungan,” tegas Sertu Berlin saat memberikan edukasi.
Pgs Danramil 03/Pandan, Kapten Inf J. Manalu, memberikan apresiasi atas penanganan cepat di lapangan.“Kami mengapresiasi langkah cepat Babinsa yang hadir di tengah masyarakat untuk mendinginkan suasana dan mencegah konflik berkepanjangan. Babinsa hadir sebagai penengah dan pemersatu masyarakat,” kata Kapten Inf J. Manalu.
Beliau juga menekankan pentingnya musyawarah dalam menyelesaikan persoalan warga. “Semua masalah bisa diselesaikan dengan kepala dingin. Hindari emosi, kedepankan komunikasi dan dialog,” ujarnya.
Mediasi ditutup dengan suasana haru. Pihak keluarga mengucapkan terima kasih atas respons cepat Babinsa dan Kepling. Warga sekitar pun diimbau untuk menjaga keamanan, ketertiban, dan keharmonisan lingkungan bersama.
![]()
