Kampar : Kepala Dinas lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Kampar Yuricho Menyebut bahwa tidak ada nya temuan limbah beracun di PT padasa enam utama yang sebelum nya sempat viral di berberapa media.
Dalam keterangan Yuricho melalui telepon Whatshap kamis 28/8/2025 ia mengatakan pihak pengawasan dinas lingkungan hidup sudah sempat turun bersama Kepolisian Polda Riau pada hari Selasa kemarin, untuk memastikan atas berita yang sudah beredar mengatakan ikan banyak mati di sebabkan oleh limbah pabrik kelapa sawit PT padasa enam utama.
Ternyata sudah di telusuri oleh tim, alhasil Satu pun tidak ada yang di temukan ikan mati di akibatkan limbah beracun yang sempat viral di tiktok, jadi gambar ikan yang mati di tiktok itu bukan lah di PT padasa dan itu tidak temuan kami “,Ucap Yuriko.
Sementara itu pihak PT padasa juga sempat membeberkan bahwa tim kebun padasa sudah meninjau disekitar area limbah perusaan.
Di lain sisi masyarakat setempat membantah pernyataan kadis DLH Kampar, ia menyatakan bahwa selama ini sungai takui berlokasi di desa gunung bungsu 13 Koto Kampar kabupaten Kampar, banyak nya ikan sungai mati akibat limbah Beracun PT padasa, berton ton ikan sungai mati di sebabkan limbah perusaan PT padasa, kami sangat apresiasi kepada media yang telah berani mengungkapkan fakta kasus PT padasa ini, kami menilai selama ini pihak pemerintah kabupaten Kampar terkesan takut dan tidak pernah membuka suara terkait kasus limbah yang menerpa PT padasa.
“Baru kali ini media mau membuka borok PT padasa dalam hal ini kami siap kawal, media yang ingin memperjuangkan masyarakat nelayan di tempat kami, kapan saja tim media dan LSM turun ke lokasi sungai takui, kami warga siap mengawal dan mengungkapkan fakta yang sebenar nya yang terjadi”,ungkap masyarakat yang enggan di sebut nama nya.
(Dani)
![]()
