Kampar — Isu yang menyebut adanya potensi disharmoni antara Bupati Kampar Ahmad Yuzar dan Wakil Bupati Misharti dinilai tidak memiliki dasar yang kuat. Sejak awal pencalonan hingga pasca-pelantikan, keduanya telah berkomitmen untuk berjalan bersama dalam satu paket kepemimpinan selama dua periode.
Hal tersebut disampaikan tokoh masyarakat Kampar, H. Eka, didampingi Dt. Abdullah, pada Sabtu (3/1/2028). Ia menegaskan bahwa narasi yang mencoba menggiring opini publik terkait adanya perpecahan di tubuh kepemimpinan daerah tidak didukung oleh fakta di lapangan.
“Sejak awal Ahmad Yuzar dan Misharti sudah satu paket untuk dua periode. Komitmen itu jelas dan tidak berubah. Tidak ada ruang bagi calon atau kandidat lain untuk menjatuhkan atau menumbangkan mereka,” tegas H. Eka.
Menurutnya, selama Bupati dan Wakil Bupati Kampar tetap solid dan konsisten dengan komitmen awal, maka berbagai manuver politik dari pihak luar tidak akan berpengaruh terhadap stabilitas pemerintahan daerah.
Ia juga menilai sorotan terhadap perbedaan peran atau tingkat keaktifan Wakil Bupati dalam sejumlah agenda pemerintahan hanyalah asumsi sepihak yang tidak mencerminkan kondisi riil di Kabupaten Kampar.
“Pemerintahan berjalan normal. Tidak ada konflik, tidak ada keretakan seperti yang diisukan,” ujarnya.
H. Eka mengingatkan bahwa dalam dinamika politik, upaya adu domba kerap muncul. Namun, selama kepemimpinan daerah tetap satu komando dan mengedepankan kepentingan masyarakat, isu-isu semacam itu tidak akan menggoyahkan jalannya pemerintahan.
Ia menegaskan, fokus utama saat ini seharusnya tertuju pada kerja nyata dan hasil pembangunan, bukan pada opini yang berpotensi mengalihkan perhatian publik dari kepentingan daerah.
(Dani)
![]()
