KAMPAR – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Kampar melalui bidang Penegakan Hukum (Gakkum) membeberkan dugaan penyebab tercemarnya aliran Sungai Seikijang di Kecamatan Tapung Hilir. Limpasan limbah Otw sinar mas diduga berasal dari aktivitas replanting sawit yang berada dekat dengan aliran sungai.
perwakilan DLH Kampar bagian Gakkum, menjelaskan bahwa parit isolasi di area replanting sangat berpotensi meluap saat curah hujan tinggi. Kondisi tersebut menyebabkan limbah hasil pencincangan kayu replanting tidak tertampung dan akhirnya mengalir ke sungai.
“Parit isolasi itu kalau hujan deras tidak mungkin tidak penuh. Kalau sudah penuh, otomatis limbah dari bekas kayu replanting akan meluap ke aliran Sungai Seikijang,” ujar Indra saat dikonfirmasi wartawan, Sabtu (3/1/2026).
Ia menyebutkan, area replanting yang diduga menjadi sumber limpasan berada di sekitar Blok 20 dan Blok 28, dengan total luasan diperkirakan mencapai sekitar 200 hektare, mencakup kurang lebih lima blok.
“Areal yang dicincang itulah yang posisinya dekat dengan aliran sungai. Ini merupakan bekas tanaman sawit yang sudah berumur bertahun-tahun dan dilakukan replanting,” jelasnya.
Menurut Indra, pihak DLH belum dapat memastikan kapan dampak limpasan tersebut akan berakhir, mengingat kondisi ini sangat dipengaruhi oleh faktor alam, khususnya cuaca ekstrem dan intensitas hujan yang tinggi dalam beberapa waktu terakhir.
“Kita tidak tahu persis kapan berakhirnya, karena ini dipengaruhi kondisi cuaca. Saat ini curah hujan memang cukup tinggi,” terangnya.
Ia menambahkan, potensi pencemaran semakin besar ketika hujan deras, karena limpasan dari parit isolasi diduga langsung masuk ke aliran sungai.
DLH Kampar sendiri telah melakukan peninjauan lapangan bersama tim sekitar tiga minggu yang lalu guna menelusuri sumber dan dampak lingkungan dari kejadian tersebut.
“Kami sudah turun ke lapangan tiga minggu yang lalu bersama tim DLH untuk melakukan pengecekan,” tutup Indra.
(Dani)
![]()
