GARDA24.COM Painan– Sekretaris Daerah Pesisir Selatan. Zainal Arifin menyebut bahwasanya pelaksanaan pembangunan jembatan Inunang, Nagari IV Koto Hilie, Kecamatan Batang Kapas sesuai dengan schedule pengerjaan.
“Setelah kita sidak ke lokasi pengerjaan, kemudian kita diskusi dengan pengawas, sampai saat ini masih sesuai dengan schedule, ” Ucapnya. Jum’at 23/10 pada saat melakukan peninjauan ke lokasi pekerjaan.
Ia menambahkan, sidak tersebut dilakukannya terkait dengan keseriusan pemerintah daerah dalam melaksanakan kegiatan pembangunan di daerah, serta memberikan solusi jika memang ditemukan adanya kendala pada saat pekerjaan dilaksanakan.
Karena, kegiatan dilaksanakan dengan menggunakan anggaran, yang saat ini daerah tengah kesulitan mencarikan anggaran.
“Jadi, kita pastikan seluruh pekerjaan berjalan lancar, kalau ada kendala kita carikan solusi. Intinya jangan sampai masyarakat rugi karena adanya kendala pembangunan dilapangan, ” Tuturnya.
Akan tetapi, sekaitan dengan oembangunan jembatan Inunang tersebut, hingga saat ini. Pekerjaan masih sesuai dengan schedule dan jadwal pekerjaan.
“Bupati meminta setiap minggu untuk dicek kelapangan, guna memastikan pembangunan berjalan lancar, kita juga minta pelaksanaa sesuai dengan spek dan tepat waktu, ” Ulasnya.
“Tidak ada kendala, material di lokasi banyak, dan pekerja pun juga banyak, ” Tutupnya.
Terpisah, Iswanofendi (40) sebagai pekerja di kegiatan pembangunan jembatan Inunang tersebut, Jum’at 23/10 menyatakan bahwasanya selama pelaksanaan pembangunan jembatan Inunang tidak ditemukan kendala yang berarti dan membantah adanya gaji tukang yang tidak dibayarkan, serta kekuarangan naterial.
“Kami membantah terhadap berita tersebut, saya sebagai pekerja disini menyatakan jikalau berita yang berdebat tersebut tidaklah benar, kami tetap bekerja, tapi disesuaikan dengan kebutuhan, apalagi. Sewaktu beberapa awak media kelokasi pekerjaan, kami memang sedang tidak di lokasi karena akan salat Jum’at,” Ucapnya.
Menurutnya, upah pekerja tetap dibayarkan oleh kontraktor disetiap akhir pekan berikut dengan material.
“material didatangkan sesuai dengan progres pekerjaan, dan disetiap minggu upah dibayarkan,” Tuturnya.
Selanjutnya, ia sebagai pekerja dalam kegiatan itu menyimpulkan, jikalau tidak ada kendala lapangan maka pekerjaan jembatan Inunang tersebut akan selesai tepat waktu.
“Pekerjaan ini saya taksir akan selesai sebelum waktunya, InsyaAllah, karena kami saat ini hanya tinggal menunggu pesanan besi yang sudah di indens dari jakarta, ” Tutupnya.
Kesempatan lainnya, Govin selaku kontraktor dari kegiatan atas CV. Taman Karya Manggala turut serta membantah berita yang beredar, ia menilai berita tersebut merupakan tidak gambaran sebenarnya dari pekerjaan yang tengah ia laksanakan.
“Semenjak kegiatan dimulai, belum pernah dilakukan penghentian atau terhenti dan sampai saat ini masih sesuai dengan schedule pekerjaan,” Tegasnya.
Menurutnya, pemberitaan tersebut mencuat setelah ia memiliki masalah pribadi dengan seorang awak media yang ikut serta memberitakan pekerjaan jembatan Inunang tersebut.
“Itu sebenarnya adalah masalah pribadi, antara saat dengan salah seorang wartawan, eee.. Tau taunya, pekerjaan yang saya laksanakan diberitakan, tapi. Itu tidaklah benar, ” Tambahnya.
Ia menjelaskan, bahwasanya terkait dengan pembayaran gaji pekerja yang tidak dibayarkan, pembelian material serta ganti rugi tanaman milik masyarakat setempat.
“Itu masalah satu batang sawit, pohon kelapa dan pinang sudah saya bayarkan, karena memang adanya pergeseran titik, tapi sudah dituntaskan, ” Terangnya.
Pada kesempatan itu, ia mempertimbangkan untuk melakukan somasi kepada beberapa perusahaan tertentu, agar. Memberikan hak dirinya dalam pemberitaan.
“Tidak tertutup nantinya akan saya somasi juga perusahaan yang bersangkutan, tapi. Kita lihat dulu ke depannya, ” Tutupnya.
![]()
