oplus_2
Kampar– Pemerintahan desa Kebun Tinggi Kecamatan Kampar pada tahun 2024 lalu membagikan hewan ternak berupa ayam kepada waga.
Namun kontroversi muncul setelah ternak di terima oleh masyarakat pasalnya, pengadaan ternak tersebut justru diduga ialah syarat korupsi oleh PJ Kades lantaran tidak sesuai stabilitas harga yang tercantum di APBDes Kebun Tinggi.
Dalam keterangan Pj desa Kebun Tinggi Sarjoni saat di mintai pendapat nya oleh wartawan, ia mengungkap kan sumber dana pembelian ayam pada akhir tahun 2024 belakangan berasal dari Bantuan Keuangan Khusus (BKK).
Kata Sarjoni, program ketahanan pagan berbentuk ayam kampung telah di salurkan kepada melebihi 600 KK sebagai penerima. Sarjoni mengatakan, penerima nya bervariasi.
“Kita melihat kondisi warga, kalau hidup nya susah kita membagikan nya lebih dari 2 ekor ayam,” ungkap Sarjoi saat di temui di ruang kerjanya Kantor desa Kebun Tinggi jumaat (24/1/25).
Ia pun mengakui untuk ukuran ayam yang telah di terima warga di malam tahun baru 2025 kemarin dalam Rancangan Anggaran Biaya (RAB) perekor 900 gram – 1 kg. Untuk saat ini setelah ternak di terima warga belum ada masyarakat yang komplain.
Sarjoni dalam keterangan baru tujuh bulan menjadi PJ desa Kebun Tinggi, selama itulah anggaran yang di kelolanya sebanyak lima ratus juta rupiah.
“Aku baru 7 bulan di sini, anggaran yang saya kelola berkisaran lima ratus juta rupiah itu termasuk ketahanan pagan,” tutur Sarjoni.
Sarjoni tidak secara detail ketika di tanya pewarta, kemana saja Kemana saja anggaran sebanyak setengah miliaran tersebut di salurkan, menurutnya ia di titipkan selaku PJ kades hanyalah berpanjangan tangan kades lama dalam mengelola dana desa.
Mesti begitu di ucap PJ desa Kebun Tinggi banyak pihak berasumsi Sarjonjoni tidak transparansi dalam mengelola anggaran desa.
Olehnya warga meminta kepada pihak Aparat Penegak Hukum (APH) berkenan menindak lanjut anggaran desa selama di sambang Sarjoni sebagai PJ desa Kebun Tinggi.
” Kata mengharapkan kerjasama dari pihak penegak hukum untuk menidakkan lanjuti anggaran desa Kebun Tinggi selama di besut Sarjoni, apalagi soal anggaran perbelanjaan ketahanan pagan di tahun 2024. Disini kami menduga telah terjadi mar up anggaran sebab ayam yang kami terima tidak sesuai bobot yang tercantum di APBDes atau RAB, ada berkisaran di bawah 500 gram,” tukas salah seorang warga kebun Tinggi selaku penerima ayam.
**(Tim)**
![]()
