GARDA24.COM Painan–POKMASWAS LPPL Amping Parak kembali menggelar Kegiatan Patroli di Pantai Pendaratan Penyu. Patroli dilakukan dalam upaya antisipasi terjadinya pengambilan telur penyu. Patroli dilakukan pada tanggal dua hingga tiga Oktober 2026 di Pantai Pendaratan Penyu Amping Parak dan kawasan yang menjadi pengawasan POKMASWAS LPPL.
Patroli diikuti oleh POKMASWAS LPPL, DKP Sumbar, Satuan Pengawas (SATWAS) SDKP Padang dan pihak terkait.
Jumlah peserta patroli 14 orang terdiri dari : Haridman, Arifno Marza, Omricon, Puti, Susi Sepriadi, Yendri (Pemerintah Nagari), Nofrizal, Rohit (Pemuda), Efri Joni, Yuniwel (DKP), Muslim (DKP), Anma (Satwas PSDKP) Joni (Satwas), Ujang.
Selama patroli berlangsung, tim melakukan pemeriksaan terhadap sejumlah perahu yang merapat ke pantai. “Kami tidak menemukan telur penyu di perahu nelayan,” kata Haridman Ketua POKMASWAS LPPL.
Selain itu, POKMASWAS juga memberikan pemahaman kepada nelayan tentang perlunya menjaga dan melestarikan penyu.
Patroli Pertama
Sebelum patroli pantai, Tim Patroli POKMASWAS LPPL Amping Parak juga telah mnelenggarakan patroli di pulau. Pada patroli tersebut tim berhasil relokasi tiga kapal penangkap ikan yang sedang lego jangkar (turun sauh) di Kawasan Pulau Kerabak Ketek 26 September 2026. Dua kapal pindah ke Muara Surantih dan lainnya lagi berpindah ke Selatan jauh dari kawasan pulau.
Haridman menyebutkan, kegiatan patroli dilaksanakan pada Tanggal 26 – 27 Bulan September tahun 2026. Patroli diikuti oleh POKMASWAS LPPL, DKP Sumbar, Satuan Pengawas (SATWAS) SDKP Padang dan pihak terkait.
Sebelum Tim Patroli terlebih dahulu mendapat Arahan dari Satwas SDKP Padang dan dari DInas Kelautan dan Perikanan Sumbar. Satwas memberikan informasi tentang ancaman penyu dari predator dan manusia. Selain itu habitatnya terancam dan tempat penyu mencari makan disejumlah tempat.
Patroli dilakukan di pulau yang menjadi wilayah pengawasan POKMASWAS LPPL yakni Pulau Kerabak Ketek Kecamatan Sutera Kabupaten Pesisir Selatan. Pulau Kerabak Ketek dipilih sebagai tujuan patroli karena lautan di kawasan itu menjadi lahan tempat penyu mencari makan dan rawan diterjadinya aktivitas lego jangkar.
Rombongan Patroli berangkat menggunakan perahu motor mesin 40 PK dari Muara sekitar Pukul 10.00 WIB tanggal 26 September 2026. Waktu tempuh dari Muara hingga pualu sekitar 40 menit. Selama berada di perahu seluruh Tim Patroli dibekali jaket pelampung untuk antisipasi kejadian yang tidak diinginkan. Peralatan lain yang digunakan selam patroli adalah radio komunikasi, kamera, kertas catatan, senter dan perbekalan lainnya.
Pada kegitan patroli tersebut sekira pukul 14.00 WIB Tim Patroli menemukan tiga kapal lego jangkar. Tim Patroli Pokmaswas bersama DKP kemudian menghentikan kapal kegiatan lego (turun) jangkar bagan di kawasan sekitar Pulau Kerabak yang merupakan salah satu tempat sumber makanan alami berbagai jenis penyu.
Kawasan Pulau Kerabak adalah kawasan yang tidak dapat digunakan untuk aktivitas nelayan ataupun kegiatan yang dapat mengganggu kelestarian terumbu karang di dasarnya. Kegiatan nelayan juga akan mengganggu habitat penyu yang banyak mencari makan di kawasan tersebut.
Kapal yang diperintahkan untuk mengangkat jangkar dan pindah dari kawasan Pulau Kerabak tersebut adalah KM Saiyo I yang dikepalai Anto, KM Bersama dikepali Aminuddin dan kapal lainnya lagi tidak bernama segera berangkat saat Tim Patroli mendekatinya.
Dua kapal yang lego jangkar di wilayah banyak terumbu karang tersebut diarahkan pindah ke Muara Surantih sementara satu kapal lainnya dipindahkan ke arah selatan.
Kapal yang diperintahkan untuk mengangkat jangkar dan pindah dari kawasan Pulau Kerabak tersebut adalah KM Saiyo I yang dikepalai Anto, KM Bersama dikepali Aminuddin dan kapal lainnya lagi tidak bernama segera berangkat saat Tim Patroli mendekatinya.
Dua kapal yang lego jangkar di wilayah banyak terumbu karang tersebut diarahkan pindah ke Muara Surantih sementara satu kapal lainnya dipindahkan ke arah selatan.
![]()
