KAMPAR – Gelombang sorotan publik kembali menghantam Inspektorat Kabupaten Kampar. Lembaga yang seharusnya menjadi garda pengawasan keuangan daerah itu kini dinilai mandul dan kehilangan taringnya. Pasalnya, hasil audit dana desa di 33 desa yang menimbulkan dugaan kerugian negara sebesar Rp31,8 miliar hingga kini belum juga ditindaklanjuti.
Padahal, tenggat waktu tiga bulan yang diberikan kepada pihak desa untuk menyelesaikan temuan itu telah lama berlalu. Namun, hingga saat ini—hasilnya nihil. Tidak ada tindakan konkret. Tidak ada kejelasan.
Hal ini disampaikan oleh Sekjen DPD Bidik Tipikor Provinsi Riau, Roni Singgih Wijaya, yang juga menjabat sebagai perwakilan Badan Pusat Rekrasering Republik Indonesia untuk wilayah Riau.
“Inspektorat jangan hanya diam! Kalau memang ada kerugian negara, harus segera ditindak. Libatkan Kejaksaan dan Kepolisian. Jangan biarkan hasil audit cuma jadi tumpukan kertas di meja!” tegas Roni di Kampar, Senin (13/10/2025).
Menurut Roni, sikap bungkam Inspektorat Kampar justru menimbulkan tanda tanya besar di kalangan masyarakat. Publik berhak tahu hasil audit secara terbuka, karena dana desa merupakan uang rakyat yang wajib dipertanggungjawabkan penggunaannya.
“Ini bukan sekadar soal administrasi, tapi soal integritas dan kredibilitas lembaga pengawas daerah. Kalau Inspektorat diam, ke mana lagi masyarakat harus percaya?” sambungnya dengan nada kecewa.
Sejumlah pihak mulai mendesak agar aparat penegak hukum tidak tinggal diam. Dugaan kerugian negara sebesar Rp31,8 miliar bukan angka kecil, dan publik menuntut transparansi serta penegakan hukum yang nyata, bukan janji atau alasan klasik “masih diproses”.
Ironisnya, ketika awak media mencoba mengonfirmasi pihak Inspektorat Kampar melalui pesan WhatsApp resmi, hingga berita ini diterbitkan tak ada satu pun jawaban yang diberikan. Pesan seolah diabaikan, seakan lembaga pengawas itu enggan membuka suara.
Kini, mata publik tertuju pada langkah tegas Bidik Tipikor Riau dan aparat penegak hukum: apakah temuan Rp31,8 miliar itu benar-benar akan dibongkar tuntas, atau hanya akan menjadi “kasus tidur” yang terkubur di tumpukan berkas?
📌My. Team
![]()
