Kampar – Aroma penyalahgunaan kekuasaan kembali menguar di sektor perkebunan sawit Riau. Seorang oknum bernama Pebriyan Winaldi diduga terang-terangan menjual nama Presiden RI Prabowo Subianto demi melanggengkan kepentingan bisnis, memicu keresahan pelaku usaha sawit SE provinsi Riau, bahkan nekat menyerang manajemen BUMN Agrinas melalui dugaan fitnah terbuka. Rabu (31/12/25).
Nama Presiden Prabowo disebut-sebut dijadikan “tameng sakti”. Pebriyan diduga kerap mengklaim sebagai orang dekat Presiden dan membawa-bawa narasi “lingkaran Hambalang” untuk menekan pelaku usaha sawit agar menyerahkan Kerja Sama Operasional (KSO). Praktik ini dinilai bukan hanya mencederai etika, tetapi juga merusak wibawa negara.
Sejumlah pelaku usaha sawit di Riau dan Kampar mengaku resah dan terintimidasi. Mereka menyebut tekanan dilakukan secara sistematis dengan ancaman, klaim kedekatan kekuasaan, hingga gertakan yang menyasar kelangsungan usaha.
“Ini bukan lagi soal bisnis, tapi sudah mengarah ke penyalahgunaan nama Presiden,” ungkap salah satu pengusaha yang meminta identitasnya dirahasiakan.
Sumber lapangan menyebut Pebriyan diduga mengelola sejumlah KSO sawit bersama seorang oknum dokter di Riau yang disebut sebagai penyokong finansial. Sosok dokter ini bahkan disebut memiliki rekam jejak kontroversial yang pernah viral di media sosial.
Ketika Agrinas mulai melakukan evaluasi menyeluruh terhadap KSO-KSO bermasalah tersebut, situasi memanas. Pebriyan diduga melakukan serangan balik dengan menyebarkan flyer berisi fitnah terhadap Wakil Direktur Utama Agrinas, Kusdi Sastro Kidjan. Materi tersebut beredar di media sosial dan dinilai sebagai upaya menggagalkan proses evaluasi agar kontrak KSO tidak dibatalkan.
Tak berhenti di situ, Pebriyan juga disebut-sebut kembali melancarkan pola lama: mengaku memiliki “beking” kuat. Bahkan, di sejumlah kedai kopi, ia diduga pernah mengklaim telah menyuap dan membelikan mobil untuk seorang oknum jenderal yang disebut-sebut melindunginya.
Wakil Direktur Utama Agrinas, Kusdi Sastro Kidjan, menegaskan pihaknya bekerja profesional dan independen, serta tidak akan tunduk pada tekanan siapa pun.
“Seluruh KSO di Riau sedang kami evaluasi. Jika ditemukan penyimpangan, intimidasi, potensi kerugian negara, hingga penyebaran fitnah terhadap manajemen, Agrinas tidak akan ragu menempuh jalur hukum,” tegas Kusdi.
DPD Wawasan Hukum Nusantara (WHN) Kampar turut angkat suara. Mereka mengecam keras tindakan oknum yang memperjualbelikan nama Presiden dan kekuasaan demi kepentingan pribadi.
“Pak Presiden, kami mohon sikat oknum-oknum yang jual-jual nama Bapak. Mereka meresahkan masyarakat, menekan pelaku usaha, merusak tata kelola sawit, dan menyerang BUMN Agrinas yang sedang menata aset negara,” tegas perwakilan WHN Kampar.
✍️Team.
![]()
