Kampar : Garda24jam.com–– Gaya kepemimpinan Bupati Kampar, Ahmad Yuzar, kembali menuai sorotan publik. Sejumlah kalangan menilai langkah politik bupati tidak terlihat panjang karena kedekatannya dengan pejabat OPD (Organisasi Perangkat Daerah) yang sudah terjalin sejak awal, sehingga ruang untuk melakukan perubahan dinilai sempit.
Sejumlah nama pejabat yang dinilai tetap kokoh di posisinya antara lain Kepala Dinas Damkar Hendri Dunan, Kepala BPKAD, Kepala Bappeda, Kepala Dinas PMD, hingga Asisten II. Mereka disebut sudah lama dikenal dekat dengan bupati, sehingga kecil kemungkinan tersisih jika ada rotasi jabatan (SOT).
“Kalau ada mutasi pun, sulit membayangkan mereka terbuang dari jabatannya. Semua sudah terkunci sejak awal,” ujar salah seorang sumber di lingkungan Pemkab Kampar.
Hal ini kemudian memunculkan persepsi bahwa bupati tidak berjiwa pemberani untuk melakukan gebrakan besar dalam tubuh birokrasi. Padahal, publik berharap ada langkah tegas yang mampu menjawab berbagai persoalan daerah, termasuk pelayanan publik, pengelolaan keuangan, hingga pembangunan infrastruktur.
Pengamat menilai, seorang kepala daerah idealnya mampu menempatkan pejabat sesuai kompetensi, bukan semata faktor kedekatan personal. “Kalau semua karena faktor ‘orang dekat’, maka peluang pembaruan bisa mandek,” tambah sumber tersebut.
Hingga kini, pihak Pemkab Kampar belum memberikan penjelasan resmi terkait isu kedekatan bupati dengan jajaran OPD dan kemungkinan adanya evaluasi jabatan.
**Red**
![]()
