Kampar : Garda24jam.com–– Warga Desa Ranah Sungkai, Kecamatan 13 Koto Kampar, Kabupaten Kampar, Riau, dihebohkan dengan kabar penerimaan bantuan bedah rumah yang dinilai tidak tepat sasaran. Bantuan tersebut diperoleh oleh Sofian Hadi, Ketua BSPS (Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya), yang diketahui memiliki kondisi ekonomi mapan.

Informasi ini disampaikan oleh seorang warga setempat yang enggan disebutkan namanya kepada wartawan, Minggu (3/8/2025). Menurut warga, bantuan bedah rumah yang berasal dari aspirasi anggota DPD RI Intiyahus Wati tahun 2023 lalu itu seharusnya diprioritaskan untuk masyarakat kurang mampu.
“Pak Sofian ini punya mobil mewah mirip Honda Brio, usaha depot air minum galon, dan agen kedai harian di desa. Tapi malah dapat bantuan bedah rumah, bahkan dua unit sekaligus, karena jabatannya sebagai Ketua BSPS,” ujarnya.
Warga menilai pihak kecamatan dan tim direksi Dinas Perkim tidak melakukan verifikasi secara detail terhadap kondisi ekonomi penerima bantuan. Padahal, menurut mereka, masih banyak warga miskin di Ranah Sungkai yang lebih layak menerima bantuan tersebut.
“Kami minta Dinas Perkim dan pihak kecamatan turun langsung, membatalkan bantuan yang tidak tepat sasaran ini, lalu berikan kepada warga yang benar-benar layak,” tegasnya.
Selain soal penerimaan bantuan, Sofian juga diduga melakukan pungutan liar kepada 12 anggota BSPS, masing-masing sebesar Rp500 ribu. Total uang yang diduga terkumpul mencapai Rp6 juta. Warga berharap dugaan pungli ini diusut tuntas oleh pihak berwenang.
Data yang dihimpun redaksi menyebutkan, rumah milik Sofian Hadi berada di Dusun 5, RT 19/RW 09, Desa Ranah Sungkai. Upaya konfirmasi wartawan kepada Sofian melalui sambungan telepon dan pesan WhatsApp hingga berita ini diterbitkan belum mendapatkan tanggapan.
(Red)
![]()
